Siap dilalui saat Nataru, PUBM-TR Sumsel minta pengendara waspadai daerah rawan longsor
Dinas PU Bina Marga dan Tata Ruang Provinsi Sumatera Selatan memastikan kesiapan 83 ruas jalan provinsi untuk dilalui pada masa angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2024. Perbaikan sudah dilakukan pada titik-titik kerusakan disejumlah jalur mudik.
Elshinta.com - Dinas PU Bina Marga dan Tata Ruang Provinsi Sumatera Selatan memastikan kesiapan 83 ruas jalan provinsi untuk dilalui pada masa angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2024. Perbaikan sudah dilakukan pada titik-titik kerusakan disejumlah jalur mudik.
Adapun progres fisik pada sejumlah ruas jalan rata-rata telah mencapai 97 persen pada minggu ke dua bulan desember dan diharapkan dapat rampung pada akhir tahun sesuai masa kontrak.
Kepala Dinas PU Bina Marga Sumsel, Affandi, didampingi oleh Kepala UPTD Lahat Perliyansah dan Kepala UPTD OKU Popo Hartopo, mengungkapkan, pihaknya telah melakukan penanganan pada sejumlah titik rawan longsor seperti di OKU Selatan, Empat Lawang, Lahat, OKU dan Pagaralam.
“Beberapa titik rawan longsor yang perlu diwaspadai di ruas Muara Siban - Sp Embacang dan Desa Lesung Batu tepatnya di Sp Air Dingin – Batas Muara Enim. Selain itu juga di ruas Tebing Tinggi – Tanjung Raya saat ini sedang dalam penanganan,” ujar Affandi, Minggu (10/12/2023).
Affandi mengatakan, penanganan longsor permanen dilakukan dengan relokasi jalan seperti yang dilakukan pada ruas Sp Aji – Sp Campang. Namun untuk langkah darurat, pihaknya juga menyiagakan alat berat pada masing-masing UPTD.
“Bila terjadi longsor alat-alat berat dapat segera digunakan untuk melakukan penanganan darurat. UPTD ini juga kami fungsikan sebagai posko, bila ada pengguna jalan yang butuh istirahat kami sediakan ruang istirahat,” cetus Affandi.
Sementara untuk jembatan, perbaikan juga telah dilakukan. Penanganan fisik Jembatan Kerami dan Jembatan Bong di OKU serta Jembatan Bantan di OKU Timur yang sempat putus akibat dihantam banjir pada bulan Juni lalu kini telah rampung dan telah siap untuk digunakan.
Ditambahkan Affandi, sesuai arahan Pj Gubernur Sumsel, Agus Fatoni, ruas jalan provinsi harus benar-benar siap menghadapi angkutan Nataru. Pihaknya juga menyiagakan Jembatan Bailey yang dapat digunakan bila dibutuhkan.
“Jembatan Bailiey ini tidak hanya untuk ruas jalan provinsi. Bila diperlukan pada ruas jalan nasional atau kabupaten/kota, sesuai instruksi Pj Gubernur, Jembatan Bailey ini dapat digunakan agar mobilitas angkutan tidak terhambat,” tandasnya.
Adapun untuk memastikan kelancaran pemudik, Dinas PU BM Sumsel juga telah menyiapkan sejumlah ruas jalan aternatif. Salah satunya ruas alternatif di Desa Cempaka, Kecamatan Cempaka OKU Timur menuju Sp 2 Tanah Abang, Muara Kuang, Ogan Ilir sepanjang.
“Bila harus kembali ke Baturaja kemudian ke Kayuagung jaraknya sekitar 130 km. Jalan alternatif sepanjang 8 km ini memangkas jarak tempuh menajadi sekitar 27 km, jadi waktu tempuh bisa lebih cepat,” terang Afandi.
Diakui Affandi, perbaikan jalan pada sejumlah ruas masih terus berjalan dan terus dikebut. Namun, dirinya memastikan, penanganan jalan kini hanya berdsifat minor dan tidak akan mengganggu kelancaran angkutan selama Nataru.
“Kami terus kebut, mudah-mudahan sebelum Natal semua pekerjaan sudah selesai,” tutupnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Adi Asmara, Senin (11/12).